Tokoh Adat Bersatu Menjaga Marwah Budaya Minang di Era Digital
PADANG — Semangat menjaga warisan budaya Minangkabau menggema dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peran Tokoh Adat dalam Menjaga Budaya Minang yang digelar penuh khidmat dan sarat makna. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum pemikiran bagi para tokoh adat, budayawan, dan pemangku kepentingan untuk merawat identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
Acara diawali dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggetarkan ruangan, dilanjutkan doa bersama sebagai ikhtiar memohon keberkahan agar budaya Minang tetap lestari sepanjang zaman.
Kepala UPTD Museum Adityawarman, Dr. Tuti Alawiyah, SE, S.Pd.I, MA, dalam laporannya selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat peran tokoh adat sebagai garda terdepan menjaga nilai, adat, dan kearifan lokal Minangkabau.
“Budaya Minang bukan hanya warisan masa lalu, tetapi jati diri yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan penuh motivasi disampaikan oleh salah seorang tokoh Sumatera Barat yang juga anggota DPRD Sumbar. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan dukungannya terhadap pelestarian budaya melalui penyaluran dana pokok pikiran untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan dan penguatan peran lembaga adat di tengah masyarakat.
Suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Salah seorang tokoh Sumatera Barat, Buya Syafrijhon, menyampaikan pandangan yang mendapat sambutan hangat dari peserta. Dengan gaya khas yang lugas namun penuh makna, Buya menekankan pentingnya Museum Adityawarman memperkuat promosi melalui media sosial dan media online.
“Sekarang ini zamannya digitalisasi. Kalau ingin budaya Minang dikenal luas, museum harus aktif di media sosial dan media online. Promosi jangan lagi hanya cara-cara lama,” tegas Buya Syafrijhon.
Masukan tersebut langsung memantik antusias peserta. Ruangan yang sebelumnya berlangsung formal berubah menjadi lebih hangat dan penuh semangat. Sejumlah peserta tampak mengangguk setuju, menandakan bahwa pelestarian budaya hari ini memang harus mampu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi informasi.
Bimtek tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sinergi antara tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga marwah budaya Minangkabau agar tetap hidup, tumbuh, dan dicintai generasi masa kini hingga masa mendatang.
