RSUP M. Djamil Perkuat ICU, PPI dan PRA Jadi Pilar Keselamatan Pasien Kritis
PADANG — Penguatan pelayanan Intensive Care Unit (ICU) di RSUP Dr. M. Djamil Padang tidak sekadar berbicara tentang penambahan kapasitas tempat tidur. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat mutu pelayanan, pencegahan infeksi, serta keselamatan pasien kritis.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas, menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan pasien kritis sangat ditentukan oleh konsistensi seluruh insan rumah sakit dalam menerapkan budaya keselamatan.
Menurutnya, hal-hal mendasar seperti kebersihan tangan, kepatuhan terhadap standar dan prosedur pelayanan, hingga kedisiplinan dalam menjaga lingkungan perawatan harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kebersihan tangan, kepatuhan terhadap prosedur, dan disiplin dalam menjaga lingkungan pelayanan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Di tengah kompleksitas penanganan pasien kritis, penguatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) juga berjalan beriringan dengan penguatan Pengendalian Resistensi Antimikroba (PRA).
Dovy menjelaskan, penggunaan antibiotik tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Setiap pemberian antimikroba harus berdasarkan indikasi yang jelas serta pertimbangan klinis yang tepat.
“Penggunaan antimikroba harus bijak. Kita ingin obat yang tersedia tetap efektif ketika benar-benar dibutuhkan. Karena itu, pengendalian resistensi antimikroba harus menjadi bagian dari sistem pelayanan, khususnya pada pasien kritis,” jelasnya.
Ia menilai pasien yang dirawat di ICU memiliki kondisi yang membutuhkan perhatian ekstra. Karena itu, penerapan prinsip PPI dan PRA tidak cukup hanya tertulis dalam prosedur, tetapi harus benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja seluruh petugas kesehatan.
Dovy kembali menegaskan bahwa penguatan ICU harus berorientasi pada mutu pelayanan dan keselamatan pasien, bukan semata-mata mengejar bertambahnya jumlah tempat tidur.
“Kita ingin ICU ini tidak hanya menambah kapasitas pelayanan, tetapi juga memperkuat kualitas. Pencegahan infeksi dan pengendalian resistensi antimikroba harus menjadi bagian dari budaya pelayanan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui penyiapan ICU baru tersebut, RSUP Dr. M. Djamil terus membangun sistem pelayanan pasien kritis yang lebih terintegrasi. Penguatan fasilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan PPI dan PRA ditempatkan dalam satu kerangka besar: menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Penguatan fasilitas berjalan seiring dengan penerapan PPI dan PRA sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” tukas Dovy.
Dengan langkah tersebut, penguatan ICU di RS M. Djamil diharapkan bukan hanya menjadi tambahan ruang perawatan, tetapi juga menjadi penguatan benteng keselamatan bagi pasien-pasien kritis yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan terintegrasi.
