Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gedung Belakang Kantor Gubernur Sumbar Direhabilitasi, Andri: Wajah Baru untuk Pelayanan Pemerintahan


PADANG — Di balik pagar proyek yang berdiri kokoh, sebuah wajah baru perlahan sedang dipahat. Gedung belakang Kantor Gubernur Sumatera Barat kini memasuki babak rehabilitasi, menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kerja pemerintahan yang lebih layak, aman, dan representatif.

Pekerjaan tersebut merupakan proyek Rehabilitasi Gedung Belakang Kantor Gubernur yang berada di kawasan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kota Padang. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini dilaksanakan dengan sumber dana APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Kontrak pekerjaan tercatat senilai sekitar Rp6,095 miliar, dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender. Proyek ini menggunakan konsultan pengawas CV Mitra Sakinah Consultant, konsultan perencana CV Restu Graha Cipta, sementara pelaksana pekerjaan adalah CV Serasi Bersama.

Bagi masyarakat yang melintas di kawasan tersebut, proses rehabilitasi menjadi pemandangan tersendiri. Struktur bangunan yang sebelumnya tampak membutuhkan pembenahan, kini mulai disentuh pembangunan dengan harapan kelak menjelma menjadi fasilitas yang lebih nyaman dan fungsional.

Salah seorang pegawai Kantor Gubernur Sumatera Barat, Andri, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan rehabilitasi tersebut. Menurutnya, pembenahan gedung bukan sekadar mempercantik tampilan bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan kelancaran aktivitas para pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan.

“Kami tentu mengapresiasi adanya rehabilitasi gedung ini. Harapannya setelah selesai nanti, bangunan menjadi lebih nyaman, aman dan dapat menunjang aktivitas pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andri.

Ia berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengedepankan kualitas serta keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.

Sementara itu, keberadaan papan informasi proyek di lokasi juga menjadi bagian penting dari keterbukaan pelaksanaan pembangunan. Masyarakat dapat mengetahui nama pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, masa pelaksanaan hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proyek.

Kini, gedung itu masih berada dalam suasana pembangunan. Debu dan deru pekerjaan menjadi pertanda bahwa sebuah perubahan sedang berlangsung. Kelak, ketika pekerjaan rampung, bangunan tersebut diharapkan bukan hanya berdiri lebih kokoh, tetapi juga menjadi ruang yang memberi kenyamanan bagi para aparatur dalam mengabdi dan melayani masyarakat Sumatera Barat.

Sebab pembangunan yang baik bukan hanya tentang beton dan bangunan, tetapi tentang menciptakan ruang yang mampu menopang kerja, pelayanan, dan pengabdian.