Lisda Hendrajoni Dinobatkan sebagai Bunda Literasi Pesisir Selatan, Komitmen Nyata Dorong Kemajuan Pendidikan
PADANG — Semangat menumbuhkan budaya membaca dan memperluas akses pendidikan kembali mendapat energi baru. Tokoh masyarakat Sumatera Barat yang juga Anggota DPR RI asal Sumbar, Lisda Hendrajoni, dinobatkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Pesisir Selatan.
Penghargaan tersebut diterima Lisda dalam rangkaian Festival Literasi Sumbar 2026, sebuah momentum yang menjadi panggung apresiasi terhadap para penggerak literasi dan pendidikan di Sumatera Barat.
Mengenakan busana adat Minangkabau berwarna marun, Lisda tampil penuh wibawa saat menerima penghargaan. Piagam yang berada di tangannya seakan menjadi simbol dari sebuah perjalanan panjang—bahwa literasi bukan sekadar tentang membaca buku, tetapi tentang membuka jendela pengetahuan dan menghadirkan harapan bagi generasi masa depan.
Bagi masyarakat Pesisir Selatan, penobatan tersebut dinilai sejalan dengan kiprah Lisda yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan dan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Sejumlah masyarakat Pesisir Selatan maupun masyarakat Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Mereka menilai Lisda merupakan sosok yang konsisten membawa aspirasi masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi Lisda Hendrajoni dinobatkan sebagai Bunda Literasi Pesisir Selatan. Beliau memang sangat peduli terhadap pendidikan dan masyarakat. Selama ini banyak hal yang telah beliau lakukan untuk kemajuan masyarakat Sumatera Barat, khususnya Pesisir Selatan,” ungkap Ana, salah seorang masyarakat.
Menurut Ana, literasi merupakan investasi penting untuk masa depan. Karena itu, kehadiran sosok yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, semakin dekat dengan dunia ilmu pengetahuan.
“Semoga dengan amanah sebagai Bunda Literasi ini, perhatian terhadap pendidikan dan budaya membaca semakin luas. Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk bermimpi, belajar dan berkembang,” ujarnya.
Lisda Hendrajoni sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Sumbar yang aktif menyuarakan berbagai kepentingan masyarakat di tingkat nasional. Kiprahnya sebagai Anggota DPR RI turut menjadi ruang baginya untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Penobatan sebagai Bunda Literasi Pesisir Selatan pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Sebaliknya, penghargaan itu menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk membangun ekosistem literasi hingga ke pelosok nagari.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi, literasi menjadi kompas. Ia mengajarkan masyarakat untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami, memilah, berpikir kritis dan menjadikan pengetahuan sebagai bekal untuk menata masa depan.
Lisda Hendrajoni, Bunda Literasi Pesisir Selatan. Sebuah gelar yang bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah untuk terus menyalakan cahaya pendidikan di ranah Minang.
