Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lanjutkan Pengabdian, Ir. Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo Daftar Calon Ketua KAN LKAAM Padang


PADANG — Langkah pengabdian itu kembali ditapakkan. Dengan semangat menjaga marwah adat dan merawat persatuan, Ir. Syafril Ulbi BSC Datuak Bagindo Rajo resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KAN LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 Jum'at (11-9 2026) di gedung LKAAM Sumbar.

Pendaftaran tersebut menjadi penanda tekad sang incumben untuk melanjutkan pengabdian di tengah dinamika kehidupan adat dan kemasyarakatan Kota Padang. Ia hadir bukan seorang diri. Sejumlah pengurus KAN dari beberapa kecamatan turut mengantarkan, di antaranya dari Lubuk Kilangan, Pauh, Lubuk Begalung, Padang Timur dan Padang Barat.

Dukungan tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan kepemimpinan Datuak Bagindo Rajo selama ini mendapat perhatian dari berbagai unsur ninik mamak di Kota Padang.

Bagi Syafril Ulbi, adat bukan sekadar warisan masa lalu yang disimpan dalam peti sejarah. Adat adalah napas kehidupan yang harus terus dirawat, disesuaikan dengan tantangan zaman, serta diwariskan kepada generasi muda dengan nilai-nilai luhur.

Jika kembali dipercaya memimpin untuk periode 2026–2031, ia membawa tekad untuk memperkuat persatuan seluruh ninik mamak yang ada di Kota Padang.

Semangat itu dirangkumnya dalam falsafah Minangkabau yang sarat makna: “Sadanciang bak basi, saciok bak ayam.”

Falsafah tersebut menjadi landasan untuk membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi antarninik mamak, serta menyatukan langkah dalam menjaga adat dan kepentingan masyarakat.

“Ke depan, kita ingin seluruh ninik mamak yang ada di Kota Padang semakin bersatu. Kita rapatkan barisan, kita bangun kebersamaan, karena dengan persatuan kita akan lebih kuat dalam menjaga adat dan membimbing anak kemenakan,” demikian tekad yang dibawa Syafril Ulbi.

Menurutnya, tantangan zaman tidak cukup dijawab hanya dengan menjaga tradisi, tetapi juga dengan mempersiapkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus karakter.

Karena itu, pendidikan yang berlandaskan akhlakul karimah menjadi salah satu perhatian penting dalam arah pengabdiannya ke depan.

Pendidikan, menurutnya, harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, beradat, serta memiliki pegangan moral dalam menghadapi derasnya perubahan zaman.

Di tengah arus modernisasi yang semakin deras, nilai-nilai adat dan agama dinilai perlu berjalan beriringan. Anak kemenakan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, sopan santun, rasa hormat kepada orang tua dan ninik mamak, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Syafril Ulbi pun berharap kontestasi kepemimpinan LKAAM Kota Padang nantinya tidak menjadi sekadar pertarungan mencari posisi, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah dan persatuan seluruh unsur adat.

Sebab, baginya, kepemimpinan adalah amanah dan pengabdian.

Keinginannya melanjutkan pengabdian bukan semata untuk mempertahankan jabatan, melainkan untuk meneruskan pekerjaan yang dinilai masih membutuhkan kebersamaan dan gotong royong seluruh ninik mamak.

Dengan dukungan sejumlah pengurus KAN kecamatan yang ikut mengantarkan proses pendaftaran, langkah Ir. Syafril Ulbi BSC Datuak Bagindo Rajo kini memasuki babak baru.

Satu harapan dibawa: menyatukan ninik mamak, memperkuat marwah adat, dan membangun generasi berilmu serta berakhlakul karimah.

Sebab, ketika ninik mamak bersatu dalam satu langkah, adat tetap kokoh menjadi tiang kehidupan. Sadanciang bak basi, saciok bak ayam,bersatu dalam semangat, seiring dalam pengabdian untuk Kota Padang.