Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musda IX LKAAM Padang Kian Dekat, Helfin Rajo Sampono Pastikan Tiga Kandidat Siap


PADANG — Musyawarah Daerah (Musda) IX Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang semakin mendekati hari pelaksanaan. Suasana menuju pesta demokrasi adat tersebut mulai terasa, seiring munculnya tiga nama yang telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua LKAAM Kota Padang.

Sekretaris Panitia Musda IX LKAAM Kota Padang,  Helfin Rajo Sampono, menyampaikan hingga Jumat (11/9/2026), tercatat tiga kandidat yang telah mendaftarkan diri.

Ketiga nama tersebut yakni Hendri Yazid, Irwan Basir Datuak Rajo Alam, serta petahana (incumbent) Ir. Syafril Ulbi, BSc Datuak Bagindo Rajo.

“Untuk saat ini sudah ada tiga orang calon yang mendaftarkan diri, yakni Hendri Yazid, Irwan Basir Datuak Rajo Alam dan incumbent Ir. Syafril Ulbi, BSc Datuak Bagindo Rajo,” ujar  Helfin Rajo Sampono.

Menurutnya, kehadiran tiga kandidat tersebut menunjukkan dinamika positif dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi adat di Kota Padang. Masing-masing kandidat memiliki rekam jejak dan pengalaman yang diharapkan dapat memberikan warna serta gagasan bagi kemajuan LKAAM Kota Padang ke depan.

Panitia, kata Helfin, terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Musda. Kelengkapan administrasi, kesiapan teknis hingga berbagai kebutuhan acara terus dipersiapkan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar.

Musda IX LKAAM Kota Padang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026, bertempat di Gedung Bagindo Aziz Chan, Kompleks Kantor Balai Kota Padang.

Pelaksanaan Musda ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan agenda organisasi adat tersebut dapat berjalan dengan baik.

Bagi LKAAM Kota Padang, Musda bukan sekadar momentum memilih seorang pemimpin. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk merawat marwah adat, menyatukan pandangan para niniak mamak, sekaligus merumuskan arah organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Kini, perhatian mulai tertuju kepada tiga nama yang telah muncul. Persaingan tentu akan menjadi bagian dari dinamika demokrasi organisasi, namun semangat persatuan dan kepentingan adat diharapkan tetap menjadi pijakan utama.

“Yang paling penting seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik dan tertib. Kami dari panitia terus mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan Musda IX LKAAM Kota Padang berjalan sukses,” tutur Helfin.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, geliat menuju Musda IX LKAAM Kota Padang pun kian terasa. Tiga kandidat telah menyatakan kesiapan, panitia terus bergerak, sementara masyarakat adat menanti siapa yang akhirnya mendapat amanah untuk memimpin LKAAM Kota Padang pada periode mendatang.